Materi 2 Rancangan Basis Data | Materi Lengkap



2.1.Perancangan Basis Data Relational

Merupakan proses untuk merepresentasikan fakta dunia nyata (real world) yang dikehendaki ke dalam sistem komputer, sehingga mudah dipahami pemakai dengan mempertimbangkan kemudahan implementasi dan pemrosesannya.
Tujuan dari perancangan basis data :
  • Memenuhi kebutuhan informasi pada saat ini dan akan datang
  • Kemudahan pengembangan sesuai dengan perkembangan organisasi
  • Penerapan mekanisme pengamanan data
Istilah ‘dunia nyata’ (real world) bermakna terhadap keseluruhan data yang belum terstruktur yang secara nyata ada/terkait dalam lingkup sistem yang sedang ditinjau. Dunia nyata disini bisa dikatakan sebagai sebuah domain secara utuh/penuh maupun subdomain, sebagai contoh jika kita menganggap suatu perusahaan sebagai suatu domain maka kita dapat menganggap unit-unit yang ada dalam perusahaan tersebut adalah subdomain atau bisa saja sebuah proses bisnis atau aktivitas yang ada di perusahaan tersebut juga bisa kita anggap sebagai sebuah subdomain bahkan domain. Setiap dunia nyata (real world) yang ada memiliki karakter yang tidak sama/unik.  Sebagai contoh dunia nyata bagi sistem perbankan pasti tidak sama dengan dunia nyata bagi sistem rumah sakit. Pertanyaannya adalah apakah dunia nyata di bank yang satu dengan bank yang lain pasti sama?

2.2. Faktor Pemodelan Data dari Dunia Nyata

  1. Adanya aturan, rule dari proses bisnis yang akan dijadikan model.
  2. Ada struktur (keteraturan) data yang akan disimpan dan bagaimana struktur data yang akan diimplementasikan ke dalam sebuah basis data secara fisik.
  3. Karakteristik dari data yang akan disimpan sudah jelas.Contoh : Dalam sistem rumah sakit misalnya ada : dokter, pasien, obat, kamar, dan lain-lain.

2.3.Metodologi Perancangan Basis Data

Merupakan cara bagaimana suatu basis data dibuat melalui tahap-tahap tertentu, mulai dari tahap investigasi masalah sampai tahap implementasinya.
Secara umum ada dua tahapan proses perancangan basis data, yaitu :
  • perancangan logika basis data
  • perancangan fisik basis data
  1. Perancangan logika basis data
Merupakan proses pendefinisian entitas dan relasi (Relationship) dari dunia nyata yang dirancang, berdasarkan kebutuhan informasi dan pengolahan data dari organisasi yang bersangkutan.
  • Entity / entitas adalah sekumpulan objek yang dapat diidentifikasi dan dibedakan di lingkungan pemakai
  • Relasi adalah hubungan yang terjadi antar kelompok entitas.
Sasaran dari perancangan logika basis data adalah fleksibilitas model data yang dihasilkan dan efisiensi pengimplementasiannya dalam komputer.
  1. Perancangan fisik basis data
Merupakan proses untuk mengimplementasikan hasil perancangan logika ke dalam komputer secara fisik yang bergantung kepada software DBMS yang dipilih.Proses yang dilakukan :
  • Menentukan struktur untuk setiap tabel, meliputi nama field, jenis, lebar dan field kuncinya.
  • Menentukan nama basis data dan nama setiap tabel, serta lokasi tempat penyimpanannya (drivedirectory / folder).
  • Menghitung perkiraan tempat (space) yg dibutuhkan untuk seluruh tabel dan untuk seluruh index.
  • Implementasi dengan menggunakan software DBMS.
Terdapat dua pendekatan dalam perancangannya :
  1. Pendekatan konvensional
Perancangan basis data tanpa melalui tahap perancangan konseptual. Secara umum mempunyai tahapan perancangan sebagi berikut:
  • Pembuatan model relasi
  • Normalisasi
  • Implementasi dengan menggunakan DBMS tertentu (Access, SQL, dsb.). Struktur tabel,  atribut kunci, aturan integritas, relasi antar tabel
  1. Pendekatan Entity-Relationship
Menggunakan pendekatan model konseptual. Secara umum, mempunyai tahapan sebagai berikut :
  • Pembuatan model konseptual (model E-R)
  • Identifikasi entitas dan atributnya
  • Pendefinisian relasi antar entitas
  • Penentuan atribut relasi antar entitas
  • Menggambar diagram E-R
  • Transformasi menjadi model relasi
  • Nomalisasi
  • Implementasi dengan menggunakan DBMS tertentu (Access, SQL, dsb.). Struktur tabel, atribut kunci, aturan integritas, relasi antar tabel

2.4.       Bahasa Basis Data

  1. Data Definition Language (DDL)
Data Definition Language ini berfungsi untuk menspesifikasikan skema basis data. Degan bahasa ini user dimungkinkan untuk membuat tabel baru, indeks, mengubah struktur tabel, menetukan stuktur penyimpanan tabel, dan masih banyak lagi. Hasil dari kompilasi DDL adala kumpulan tabel yang tersimpan pada sebuah file khusus yang disebut dengan kamus data (data dictionary) atau data directory.Kamus data merupakan sebuah file yang berupa metadata, yaitu data tentang data. Kamus data ini akan selalu diakses pada suatu operasi basis data sebelum suatu file data yang sesungguhnya diakses.
  1. Interactive Data Manipulation Language (DML)
Level abstraksi yang telah dibahas sebelumnya tidak hanya berlaku pada definisi atau struktur data tetapi juga pada manipulasi data. Manipulasi data itu sendiri dapat berupa:
  1. pengambilan informasi yang tersimpan pada basis data.
  2. Pemasukan informasi baru ke dalam basis data.
  • Penghapusan informasi dari basis data.
  1. Modifikasi informasi yang tersimpan pada basis data
Pada level fisik, kita harus mendefinisikan algoritma yang memungkinkan pengaksesan yang efisien terhadap data. Pada level yang lebih tinggi, yang dipentingkan bukan hanya efisiensi akses tetapi juga efisiensi interaksi user dengan sistem.
DML merupakan bahasa yang memungkinkan user untuk mengakses atau memanipulasi data sebagaimana telah direpresentasikan oleh model data. Terdapat dua macam DML, yaitu:
  • Prosedural, mengharuskan user untuk menentukan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana untuk mendapatkan data tersebut.
  • Nonprosedural, mengharuskan pemakai untuk menentukan data apa yang dibutuhkan tanpa menyebuntukan bagaimana mendapatkan data tersebut.
  1. Transaction control
Transaction control adalah bahasa basis data yang mengatur transaksi yang     dilakukan oleh Data Manipulation Language (DML). Transaction control ini memiliki peran yang sangat besar untuk menentukan dilakukan atau tidaknya perubahan-perubahan data yang ada pada basis data. Contoh dari transaction control ini adalah perintah commit dan rollback.
  1. Embedded and Dinamic SQL, contoh C,C++,Java, Cobol, Pascal, etc.
Tidak semua DBMS memiliki fasilitas ini, salah satu contoh DBMS yang memiliki fasilitas ini adalah oracle dimana oracle dapat me-load class yang ditulis menggunakan bahasa pemrograman java kedalam database.
  1. Authorization, untuk mendefinisikan hak akses spesifik terhadap objek-objek basis data.
  • Operasi Dasar Basis Data
Dalam pengelolaan DBMS diperlukan sejumlah teknik untuk melakukan perubahan terkait data yang tersimpan, sehingga penyelesaian database akan operasi dalam basis data sangat penting untuk dilakukan. Berikut operasi dasar yang dapat dilakukan dalam database, yakni :
  • Pembuatan Basis data Baru (Create Data Base) : identik dengan pembuatan lemari arsip
  • Penghapusan Basis Data (Drop Data Base) : Identik dengan pemusnahan lemari arsip dan isinya
  • Pembuatan File/ tabel baru (Create Table) : identik dengan penentuan alokasi data di lemari arsip
  • Penghapusan file/tabel (Drop Table) : identik dengan penghapusan atau pemusnahan file yang ada di lemari arsip
  • Penambahan atau pengisian data baru ke sebuah file/tabel (Insert) : identik dengan penambahan data di sebuah file/tabel
  • Pengambilan data dari sebuah file/tabel (Retrieve/Search/Select) : identik dengan pencarian data di lembaran file/arsip
  • Pengubahan data dari sebuah file atau tabel(Update) : yang identik dengan pengubahan data yang telah ada
  • Penghapusan data dari sebuah file/tabel (Delete) : identik dengan penghapusan data di sebuah file/tabel
  • Aplikasi Database
  • Aplikasi yang dapat digunakan untuk membangun database seperti
    • SQL Server
    • Microsoft Access
    • Paradox
    • Oracle
    • DB2
    • Dsb
Untuk studi kasus di kuliah ini database yang digunakan yaitu Microsoft SQL Server dengan menggunakan Query Analizer.
Studi Kasus SQL Dalam Operasi Dasar Basis Data:
  • Diketahui Tabel Sebagai Berikut :
  • Pengolahan Basis Data
Berikut contoh penggunaan basis data dengan menggunakan sintak pada operasi dasar basis data, yaitu :
Create Database
  • Kata Kunci yang digunakan untuk mendefinisikan database adalah
“Create  Database Nama Database”
Maka perintah yang diberikkan bila nama database “Food”
Create Database Food
Kemudian perintah tersebut anda eksekusi
Create Table
Perintah untuk mendefinisikan database yang digunakan
“Use Nama database”
Kata Kunci yang digunakan untuk mendefinisikan tabel adalah
“Create  Table Nama table
           (
             nama atribut 1  tipe (ukuran),
             nama atribut 2 tipe (ukuran),
             …………………….,
             nama atribut n
            Constraint  atribut 1/2/../n
            )”
Keterangan :
nama atribut (1..n) : nama kolom dari tabel yang anda bangun
Tipe                       : jenis data yang akan dimasukkan dalam kolom tersebut
ukuran                   : jangkauan maksimum nilai data yang akan dimasukkan
constraint              : batasan- batasan data yang diperbolehkan dalam kolom
tersebut.
Untuk pembahasan lebih detail akan dijelaskan kemudian.
  • Contoh bila akan mendefinisikan Tabel cellar
Create table cellar
(           bin bigint not null, wine varchar(20) not null,
producer varchar(20) not null, year bigint not null,
bottles bigint not null, ready bigint not null,
primary key bin)
Kemudian perintah diatas dieksekusi dan akan menghasilkan tabel seperti berikut :
Penambahan atau pengisian data baru ke sebuah file/tabel (Insert):
Format untuk pengisian data :
Insert Into Nama Tabel Values (isi atribut tabel)
Maka untuk mengisi data ke tabel cellar digunakan perintah :
insert into cellar
values(2   ,’Chardony’,‘Buena Vista’,1997,1,1999)
sehingga tabel akan terisi data sebagai berikut:
Untuk data berikutnya dapat dilakukan dengan cara yang sama.
Pengambilan data dari sebuah file/tabel Retrieve/Search/Select)
Format :
Select Nama atribut    from nama tabel    where Syarat/Kondisi
Contoh :
Misalkan kita ingin menampilkan cellar yang siap di tahun 1999
Select bin,Wine,Ready from cellar where ready=1999
Dieksekusi akan menghasilkan keluaran sebagai berikut :
Pengubahan data dari sebuah file atau tabel(Update)
  • Format
  • Update nama tabel set nama atribut to data baru where syarat/kondisi
Contoh :
Bila terjadi perubahan stok di bin no 3 karena terjadi pengambilan barang sebanyak satu dapat digunakan proses update seperti berikut :
Update cellar set bottles=bottles-1 where bin = 3
Setelah dieksekusi isi bottles di bin no 3 menjadi 4
Penghapusan data dari sebuah file/tabel (Delete)
  • Proses menghapus disini akan menghapus minimal satu baris/record sesuai kondisi yang ditentukan
  • Format
  • Delete from nama tabel where syarat/kondisi
Contoh bila kita ingin menghapus data di bin 2 maka perintah yang diberikan
delete from cellar where bin=2
Bila perintah diatas dieksekusi maka record di bin 2 akan hilang
2.8.   SISTEM BASIS DATA
  • Sistem : sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan satuan fungsi/tugas khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama – sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/pekerjaan tertentu.
  • Basis Data adalah objek yang pasif/mati. Basis data ada karena dibuat dan tidak berguna bila tidak ada pengelolanya. Yang menjadi pengelolanya adalah program aplikasi (software). Gabungan keduanya (Basis Data dan pengelolanya) menghasilkan sebuah sistem.
  • Sistem Basis Data merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan dan sekumpulan program Data Base Management System (DBMS) / Sistem Pengelola Basis Data yang memungkinkan beberapa pemakai dan atau program lain untuk mengakses atau manipulasi file tersebut.
Komponen Pembentuk Sistem Basis Data:
  • Perangkat keras (Hardware) : Perangkat keras ini terdiri dari
    • Komputer satu untuk sistem stand alone atau lebih dari satu sistem jaringan
    • Memory sekunder on-line (Hardisk)
    • Memory sekunder off-line (tape/ removable disk) untuk backup data
    • Media perangkat komunikasi untuk jaringan
  • Sistem Operasi (Operating System) :
    • Sistem stand alone : windows 3.1, Windows 98, XP, Linux
    • Sistem jaringan : MS-Windows NT, Windows 2000, Linux, Sun Solaris.
  • Basis Data (Database) : File –file/tabel tabel.
  • Sistem (Aplikasi/perangkat lunak) Pengelola basis data (DBMS) : Dbase III, Dbase IV, Foxbase, Access, Borland Paradox, MS-SQL Server, DB2, Informix, sybase
  • Pemakai (user), terdiri dari : Link
  • Aplikasi (perangkat lunak lain ) bersifat optional : Membuat program aplikasi lain yang terhubung dengan basis data yang ada untuk keperluan lebih luas seperti membaca isi basis data melalui media Handphone, Internet dan media lainnya.


keywords : basisdata, pertemuan 2, rancangan basisdata

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Materi 2 Rancangan Basis Data | Materi Lengkap"

Post a Comment